Monitor

Pengertian Monitor

Monitor merupakan salah satu hardware dari komputer. Yang dimaksud dengan monitor adalah output device / alat keluaran yang berfugsi untuk menampilkan gambar pada layar. Gambar yang ditampilkan berasal dari proses grafis yang dilakukan oleh VGA Card. Secara fisik, monitor mempunyai bentuk seperti halnya layar televisi dan fungsinya untuk menampilkan data dan informasi yang berguna bagi para pemakai komputer. Selain itu monitor juga merupakan alat output yang berguna untuk berinteraksi antara komputer dengan pemakai atau penggunanya atau yang dikenal dengan istilah user. Sehingga monitor dapat dikatakan salah satu hardware terpenting dari suatu komputer.

Sejarah Monitor

Awal dari sejarah monitor komputer adalah dimulai dengan adanya VDT (The Video Display Terminal) yang berupa layar yang tergabung dengan keyboard dan dihubungkan ke komputer. Tahap perkembangan monitor komputer pertama terjadi pada tahun 1855 ditandai dengan penemuan tabung sinar katoda oleh ilmuwan dari Jerman yang bernama Heinrich Geibler.Kemudian Monitor CRT pertama (Cathode Ray Tube) dikembangkan untuk menerima siaran televisi. Pengembangan tabung sinar katoda pertama yang direproduksi oleh Allen B. Du Mont (1931). Pada generasi awal komputer, belum menggunakan monitor khusus seperti sekarang ini. Komputer waktu itu terhubung dengan TV sebagai layar penampil dari pengolahan data yang dilakukannya. Yang cukup menjadi masalah adalah bahwa resolusi monitor TV saat itu hanya mampu menampilkan 40 karakter secara horisontal pada layar. Monitor khusus untuk komputer dikeluarkan oleh IBM PC, yang pada awalnya memiliki resolusi 80 x 25 dengan kemampuan warnanya. Pada generasi berikutnya muncul mono graphics (MGA/MDA) yang memiliki 720 x 350. Selanjutnya di awal tahun 1980-an muncul jenis monitor CGA dengan range resolusi dari 160×200 sampai 640 x 200 dan kemampuan warna antara 2 sampai 16 warna. Monitor EGA muncul dengan resolusi yang lebih bagus yaitu 640 x 350. Monitor jenis ini cukup stabil sampai berikutnya munculnya generasi komputer Windows.

Semua jenis monitor ini menggunakan video digital yang spesifik untuk mengatur warna dan intensitas cahaya. Antara video adapter dan monitor  memiliki 2, 4, 16, atau 64 warna tergantung standard grafik yang dimiliki. Selanjutnya dengan diperkenalkannya standard monitor VGA, tampilan grafis dari sebuah personal komputer menjadi nyata. VGA dan generasi – generasi yang berhasil sesudahnya seperti PGA, XGA, atau SVGA merupakan standard video analog dengan sinyal R (Red), G (Green) dan B (Blue) dengan pewarnaan. Secara prinsip analog monitor memungkinkan penggunaan full color dengan intensitas yang tinggi.

Generasi monitor selanjutnya adalah teknologi LCD yang tidak lagi menggunakan tabung elektron CRT, tetapi menggunakan sejenis kristal liquid yang dapat berpendar. Teknologi ini menghasilkan monitor yang dikenal dengan nama Flat Panel Display dengan layar berbentuk pipih, dan kemampuan resolusi yang tinggi.

Kemudian perkembangan teknologi monitor selanjutnya adalah Monitor LED. Teknologi monitor LED memiliki banyak keunggulan yang dihasilkan dibandingkan dengan teknologi montor LCD diantaranya adalah kemampuan menghasilkan detail gambar yang lebih halus dan lebih sempurna dibandingkan LCD monitor. Kedalaman warna yang lebih tinggi dibandingkan LCD monitor sampai hampir mendekati warna aslinya. Kontras rasio yang cukup tinggi perbandingannya dibandingkan dengan LCD monitor. Selanjutnya adalah Teknologi monitor plasma yang menggunakan teknologi gas  neon/xenon yang diapit dua lapisan pelat kaca. Kejutan listrik dimasukkan ke lapisan gas, yang langsung memberi reaksi berupa penciptaan elemen gambar.

Kemudian yang sampai perkembanganya adalah monitor touch screen atau touch panels. Monitor touch screen sebenarnya sudah berkembang sudah tahun 1980an yang telah dipatenkan oleh oleh pihak – pihak tertentu namun hak paten tersebut telah berakhir dan sekarang teknologi monitor touschscreen sudah menjadi teknologi yang umum dan dapat bebas dikembangkan oleh pihak manapun. Sekarang teknologi monitor touchscreen sudah merambah ke semua perangkat yang dibutuhkan, misalnya seperti handphone, PDA, , tablet PC dan sebagainya.

Jenis – Jenis Monitor

Dengan perkembangannya yang sangat pesat, saat ini sudah terdapat beberapa jenis teknologi monitor. Jenis – jenis teknologi monitor tersebut diantaranya adalah Monitor CRT (Cathode Ray Tube), Monitor LCD (Liquid Crystal Display), Monitor Plasma, Monitor LED (Light Emitting Diode) dan Monitor Touch Screen. Berikut ini merupakan penjelasan dari masing–masing jenis monitor tersebut dengan kelebihan serta kekurangan yang dimilikinya.

1. Monitor Cathode Ray Tube (CRT)

Cathode Ray Tube (CRT Display) ini ditemukan pada tahun 1857, Monitor CRT (Cathode Ray Tube) merupakan  layar penampil menggunakan tabung katoda. Cara kerja dari teknologi tabung katoda ini untuk memunculkan tampilan pada monitor adalah dengan cara memancarkan elektron ke suatu titik di layar. Sehingga titik yang terkena elektron itu akan menjadi tampilan kelayar.

Untuk menampilkan warna pada layar terbagi dalam tiga warna dasar pixel yang berbentuk titik atau plat strip yang terbuat dari pospor yaitu warna dasar merah, hijau dan biru. Ukuran atau pitch dari setiap titik atau plat strip tergantung dari ketajaman penampilan yang diinginkan. Monitor dengan kualitas baik (high-quality) memiliki pitch 0,26 atau lebih rendah lagi.

Prinsip kerja monitor konvensional atau monitor CRT (Cathode Ray Tube) adalah elektron ditembakkan dari belakang tabung gambar menuju bagian dalam tabung yang dilapis elemen yang terbuat dari bagian yang memiliki kemampuan untuk memendarkan cahaya. Sinar elektron tersebut melewati serangkaian magnet kuat yang membelok-belokkan sinar menuju bagian-bagian tertentu dari tabung bagian dalam.

Begitu sinar tersebut sampai ke bagian kaca tabung TV atau monitor, dia akan menyinari lapisan berpendar, menyebabkan tempat-tempat tertentu untuk berpendar secara temporer. Setiap tempat tertentu mewakili pixel tertentu. Dengan mengontrol tegangan dari sinar tersebut, terciptalah teknologi yang mampu mengatur pixel-pixel tersebut untuk berpendar dengan intensitas cahaya tertentu. Dari pixel-pixel tersebut, dapat dibentuklah gambar.

Dengan demikian adapun kelebihan dari monitor CRT ini adalah sebagai berikut.

  1. Harga dari monitor ini umumnya paling murah.
  2. Untuk masalah tampilan di layar monitor dengan resolusi dari monitor ini tampilannya yang dihasilkanpun sudah cukup baik untuk berbagai keperluan didalam mengerjakan pekerjaan.
  3. Warna mendalam dan waktu respon yang lebih baik, sehingga game, film DVD, dan acara TV mungkin terlihat lebih baik pada CRT.
  4. Sebuah CRT terlihat baik dari semua sudut pandang dibanding LCD.
  5. Monitor ini dapat menampilkan hampir semua resolusi.

Namun dari monitor CRT ini juga memiliki kekurangan – kekurangan, diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Diperlukanya teknologi listrik yang cukup besar dan memiliki radiasi elektromagnetik yang cukup kuat.
  2. Monitor CRT menempati banyak ruang meja dan monitor ini berat.
  3. Gambar pada monitor yang sudah tiga tahun tidak akan terlihat baik seperti ketika monitor masih baru.
  4. Monitor CRT memakan tiga kali lebih banyak listrik daripada LCD.
  5. Fokus di sekitar tepi luar gambar sering kurang tajam daripada di tengah.
  6. Seiring waktu, sebuah monitor CRT menjadi kurang tajam dibanding saat masih baru.
  7. Monitor CRT menghasilkan radiasi magnetik dan elektromagnetik serta menghasilkan panas yang dapat kerusakan.

2. Monitor Liquid Crystal Display (LCD)

Monitor LCD merupakan monitor yang tidak lagi menggunakan tabung elektron tetapi menggunakan sejenis kristal liquid. Teknologi ini menghasilkan monitor yang dikenal dengan nama Flat Panel Display dengan layar berbentuk pipih, dan kemampuan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan CRT. Karena bentuknya yang pipih, maka monitor jenis flat tersebut menggunakan energi yang kecil dan banyak digunakan pada komputer – komputer portabel.

Cara kerja dari Monitor LCD (Liquid Crystal Display) adalah monitor LCD itu sendiri terdiri dari dua bagian utama. yaitu Backlight dan kristal cair. Backlight sendiri adalah sumber cahaya LCD yang biasanya terdiri dari 1 sampai 4 buah dengan berteknologi seperti lampu neon. Lampu Backlight ini berwarna putih. Kristal cair akan menyaring cahaya backlight. Cahaya putih merupakan susunan dari beberapa ratus cahaya dengan warna yang berbeda. Beberapa ratus cahaya tersebut akan terlihat jika cahaya putih mengalami refleksi atau perubahan arah sinar.

Warna yang akan dihasilkan tergantung pada sudut refleksi. Jadi jika beda sudut refleksi maka beda pula warna yang dihasilkan. Dengan memberikan tegangan listrik dengan nilai tertentu. Kristal cair dapat berubah sudutnya. Dan karena tugas kristal cair adalah untuk merefleksikan cahaya dari backlight maka cahaya backlight yang sebelumnya putih bisa berubah menjadi banyak warna. Kristal cair bekerja seperti tirai jendela. Jika ingin menampilkan warna putih kristal cair akan membuka selebar-lebarnya sehingga cahaya backlight yang berwarna putih akan tampil di layar. Namun Jika ingin menampilkan warna hitam. Kristal Cair akan menutup serapat-rapatnya sehingga tidak ada cahaya backlight yang yang menembus (sehingga di layar akan tampil warna hitam). Jika ingin menampilkan warna lainnya hanya mengatur sudut refleksi kristal cair.

Maka dari penjelasan diatas, adapun beberapa kelebihan dari monitor LCD ini adalah sebagai berikut.

  1. Hemat akan tempat, tidak seperti monitor CRT yang membutuhkan tempat yang banyak.
  2. Terdapatnya brightness ratio. Brightness ratio merupakan perbandingan antara tampilan yang paling gelap dengan tampilan yang paling terang.
  3. Monitor LCD memiliki kelebihan yang sangat bersahabat yaitu monitor ini adalah monitor yang hemat listrik.
  4. Monitor ini memiliki kualitas gambar yang lebih tajam, kecerahan warnanya pun sangat baik dan bentuk dari monitor ini memang terlihat benar-benar modern.

Selain kelebihan ada pula kekurangan dari monitor LCD ini, adapun kekurangan –kekurangannya diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Harga dari monitor LCD ini lebih mahal di banding monitor berjenis CRT.
  2. Gambar monitor LCD hanya menampilkan hasil resolusi terbaik pada resolusi tertentu, lebih dari itu akan kurang jelas.
  3. Beberapa waktu yang lalu, monitor berjenis LCD ini masih mempunyai masalah pada resolusi . Saat itu, monitor ini jika dengan resolusi 1024 X 768 akan terkesan agak buram jika dipekerjakan pada resolusi 640 X 420.
  4. Karena layarnya pipih kemungkinan untuk kerusakan pada fisik monitor bisa sangat terjadi akibat ketelodoran pemakai.

3. Monitor Plasma

Monitor Plasma merupakan monitor yang menggunakan teknologi gas  neon atau xenon yang diapit dua lapisan pelat kaca. Kejutan listrik dimasukkan ke lapisan gas, yang langsung memberi reaksi berupa penciptaan elemen gambar yang disebut sebagai pixel. Monitor berjenis plasma menggabungkan teknologi CRT dan LCD yang dapat menghasilkan teknologi yang membuat layar dengan ketipisan menyerupai LCD dan sudut pandang yang dapat selebar teknologi CRT. Teknologi monitor plasma gas juga menggunakan fosfor seperti pada teknologi CRT, tetapi layar pada plasma gas dapat berpendar tanpa adanya bantuan cahaya di belakang layar. Hal ini membuat energi yang diserap tidak sebesar monitor CRT. Kontras warna yang di hasilkan pun lebih baik dari monitor CRT.

Proses penciptaan gambar pada monitor plasma dilakukan secara langsung, tanpa diurai memakai proses lain seperti CRT. Tentu ini membuat kualitas gambar juga jadi lebih bagus. Komponen penghasil gambarnya disebut DLP. DLP merupakan komponen yang menangkap sinyal atau input berupa gambar/image dasar, berupa warna merah (red), abu-abu (grey) dan hitam (black). Warna RGB kemudian dipisahkan oleh roda warna, dan kemudian dipantulkan oleh gas fospor. Yang mempertemukan tiga warna (RGB) adalah mata kita. Pada Monitor plasma, gas phospor akan mengeluarkan sinar ultraviolet bilamana dipanaskan oleh sinyal listrik. Sinar ultraviolet itulah yang kemudian menampilkan gambar di layar.

Monitor ini pula memiliki beberapa kelebihan dibanding monitor lainnya. Adapun kelebihan dari monitor plasma gas ini, diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Penampilan monitor plasma sangat tipis sehingga mudah diletakkan dan tentunya membuat bentuknya sangat fleksibel.
  2. Reproduksi warna yang dihasilkan monitor ini sangat baik.
  3. Begitupun untuk pengaturan kontrasnya yang baik, meskipun tidak besar.
  4. Meningkatkan resolusi layar .
  5. Monitor ini sangat irit akan tenaga listrik karena teknologinya sudah maju.

Namun dari monitor plasma gas juga memiliki kekurangan – kekurangan, kekurangan dari monitor ini diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Monitor ini adalah fosfor berbasis teknologi, yang berarti membakar foto dapat terjadi, dan bahwa kualitas tampilan gambar akan dikecilkan dengan waktu.
  2. Monitor plasma menampilkan gambar sangat berat dan proses bootingnya umumnya lebih lambat dibanding monitor LCD.
  3. Harga dari monitor ini sangat mahal karena merupakan perpaduan teknologi antara monitor CRT dan monitor LCD.

4 Monitor Light Emitting Diode (LED)

Monitor ini adalah monitor sejenis dengan monitor LCD dimana teknologinya sudah lebih maju. Monitor LED merupakan monitor yang menggunakan LED sebagai komponen penghasil warna. LED ini digunakan sebagai lampu indikator dibanyak perangkat elektronik. LED itu sendiri menggunakan cahaya pancaran diode (Light Emitting Diode) sebagai sumber cahaya. LED menggunakan diode untuk membuat banyak image yang berwarna – warni. Warna hitam akan menjadi benar – benar hitam, bukan hitam abu-abu, dan warna LED lebih realistic dibandingkan monitor LCD. Monitor LED memiliki refresh rate yang tinggi.

Di dalam LED terdapat sejumlah zat kimia yang akan mengeluarkan cahaya jika elektron-elektron melewatinya. Dengan mengganti zat kimia ini, kita dapat mengganti panjang gelombang cahaya yang dipancarkan, seperti infrared, hijau atau biru atau merah dan ultraviolet.

Cara kerja dari Montor LED adalah sebagai berikut :

Sebenarnya LED adalah dioda, sehingga memiliki kutub. Arah arus konvensional hanya dapat mengalir dari anoda ke katoda. 2 kawat pada LED memiliki panjang yang berbeda. Kawat yang panjang adalah anoda sedangkan yang pendek adalah katoda.

Arus menentukan seberapa terang sebuah LED. Lebih besar arus maka lebih terang pula LED itu. Arus pada LED seharusnya sekitar 10 – 20 mA. Ketika arus melewati sebuah LED, jatuh tegangan pada LED sekitar 1,6 V, sebenarnya tergantung pada arus yang ada. Tegangan pada LED tidak hanya sebuah fungsi dari arus, tetapi juga warna LED dan suhu yang disebabkan perbedaan zat kimia pada LED .Datasheet LED merupakan sudut pandang yang lebar berarti cahaya tidak akan sampai jauh, tetapi akan menyebar. Lampu flash pada kamera memiliki sudut pandang yang lebar. Datasheet biasanya akan memberikan berupa angka tunggal, tetapi beberapa akan menjelaskan lebih detail dalam distribusi cahaya per sudut. Dan tentunya pada grafik panjang gelombang, terdapat nilai puncaknya. grafik ini sangat penting karena grafik inilah yang berfungsi menghubungkan LED dengan sensor warna.

Monitor ini pula memiliki beberapa kelebihan dibanding monitor lainnya. Adapun kelebihan dari monitor LED ini, diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Monitor ini dapat membuat banyak image yang berwarna – warni sehinngga terliht lebih natural.
  2. Didalam monitor ini setiap warna akan jelas, seperti warna hitam akan menjadi benar – benar hitam, bukan hitam abu-abu, sehingga ketebalan warnanya sangat bagus.
  3. Warna dari monitor LED lebih realistic dibandingkan monitor LCD.
  4. Untuk bentuk atau cassing dari monitor ini juga hampir mirip dengan monitor LCD yang membuat tampilannya sendiri bagus dan menarik untuk dilihat dan tentunya lebih mudah untuk dipindahkan.
  5. Monitor ini pula hemat tenaga listrik, sama hal nya dengan monitor LCD, namun monitor ini lebih irit listrik dibanding monitor LCD .
  6. Monitor ini memiliki kemampuan menghasilkan detail gambar yang lebih halus dan lebih sempurna dibandingkan dengan monitor LCD.
  7. Pencahayaan yang dihasilkan oleh monitor LED lebih stabil dibandingan dengan monitor LCD, sehingga kestabilan cahaya dan warna, serta ketajamannya bisa terjaga selama monitor digunakan.

Namun dari monitor LED juga memiliki kekurangan – kekurangan, kekurangan dari monitor ini diantaranya adalah sebagai berikut

  1. Monitor ini tergantung terhadap pencahayaan dari LED-nya yang menyebabkan kurang maksimalnya tampilan nantinya pada monitor.
  2. Umumnya harga monitor ini mahal, sehingga kurang diminati oleh kebanyakan orang, karena kebanyakan orang lebih memilih monitor LCD untuk digunakannya. Dan perlu untuk diketahui harga dari monitor lebih maha hingga setengah harga monitor LCD pada umumnya.
  3. Selain tergantung pencahayaan dari LED untuk tampilan monitor, besar kecilnya arus yang melintasi LED juga akan menyebabkan perubahan kecerahan pada tampilannya.

5 Monitor Touch Screen

Monitor touch screen adalah sebuh kemajuan teknologi yang sangat modern. Monitor touch screen ini merupakan sebuah monitor atau perangkat komputer yang bekerja dengan adanya sentuhanpada tampilan layar menggunakan jari. Antarmuka layar sentuh, di mana pengguna mengoperasikan sistem komputer dengan menyentuh gambar atau tulisan di layar itu sendiri, merupakan cara yang paling mudah untuk mengoperasikan komputer dan kini semakin banyak digunakan dalam berbagai aplikasi. Tampilan dari monitor touch screen ini sangat baik dan halus sehingga menambah kemewahan dari monitor.

Cara kerja dari monitor touch screen adalah adanya 3 buah komponen utama yang saling terhubung dan saling bekerja untuk menghasilkan kinerja yang baik. 3 komponen tersebut adalah touch sensor, controller, dan software driver. Sentuhan yang terjadi pertama akan diterima oleh komponen touch sensor yang merupakan input untuk diteruskan ke komponen yang lainnya, selanjutnya akan diteruskan ke controller yang merupakan sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan antara sensor dengan perangkat komputer yang akan memproses sentuhan tersebut. Selanjutnya yang bekerja adalah komponen pada software driver yang berfungsi untuk mengatur agar perangkat touch screen dan komputer dapat bekerja sama untuk digunakan dalam berbagai macam keperluan. Sehingga output pun akan terproses dan tertampil di layar monitor seteleh diproses oleh ketiga komponen tersebut.

Untuk itu adapun kelebihan – kelebihan dari monitor touch screen ini adalah sebagai berikut.

  1. Monitor ini akan memberikan kemudahan dan kecepatan akses bagi penggunanya. Kita tidak perlu bersusah payah untuk mencari tombol pada keyboard dalam mengeksekusi suatu perintah.
  2. Tampilan dari monitor touch screen ini sangat baik dan halus.
  3. Monitor ini memiliki bentuk yang sangat menarik.
  4. Kecepatan merespon suatu perintah sangat cepat dilakukan dengan monitor ini karena perintah langsung dimasukkan hanya dengan menyentuh di layar monitor tersebut.
  5. Pencahayaaan dari monitor touch screen juga sangat baik.
  6. Monitor touch screen juga umumnya tidak banyak membutuhkan tempat menaruh dan beratnya juga relatif disesuaikan.

Sementara itu, ada pula kekurangan – kekurangan dari monitor touch screen ini, diantaranya yaitu :

  1. Ada beberapa perintah yang lama untuk dikerjakan di monitor ini. Misalnya Jika kita ingin memberikan perintah yang kompleks misalnya mengetik dengan cepat suatu kalimat pada layar, kadang terjadi error yang diakibatkan software tidak mampu menterjemahkan apa yang kita inputkan.
  2. Juga pada teknologi touchscreen yang lama, sentuhan bersamaan di layar monitor pada beberapa titik sekaligus akan membingungkan software dalam memahaminya.
  3. Harga dari monitor ini sangat mahal, maka dari itu monitor ini jarang untuk dijumpai .
  4. Monitor touch screen membutuhkan perawatan khusus, dimana layar harus selalu terjaga kebersihannya agar sentuhan (input) bisa diterjemahkan dengan tepat.
  5. Monitor ini memerlukan orang yang teliti dan bisa menggunakannya dengan benar, karena apabila kita ceroboh menggunakannya maka monitor ini akan cepat mengalami kerusakan Selain itu biaya nantinya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki monitor touch screen ini akan sangat besar.

5.  Cara Menggunakan Monitor Komputer

Pada umumnya cara kerja monitor komputer tersebut sama, yang terpenting adalah bagaimana cara kita untuk menggunakan monitor itu sendiri dengan baik dan tepat. Adapun cara untuk menggunakan monitor komputer yang baik adalah sebagai berikut.

  1. Setelah tombol power di power supply dinyalakan dan CPU dinyalakan maka untuk monitor harus di tekan tombol on/off nya tersebut, karena kita akan menghidupkan monitor maka monitor harus berada dalam keadaan on.
  2. Setelah itu CPU pun akan melaku.kan proses booting, dimana monitor akan mulai menampilkan sesuatu dilayar dan kita harus menunngu hingga proses booting tersebut selesai.
  3. Setelah selesai booting maka komputer akan siap digunakan, maka monitor pun sudah bisa menampilkan perintah atau instruksi yang akan anda lakukan.
  4. Selain itu anda dapat mengatur kecerahan tampilan pada monitor dengan menekan tombol yang mengatur kontras dan brightnessnya.
  5. Setelah selesai menggunakan komputer maka perlu diingat agar monitor tersebut pun dimatikan dengan cara kembali menekan tombol on/off tersebut. Tujuannya agar monitor bisa bertahan lama dan kembali pada suhu yang normal setelah sebelumnya panas.
  6. Terakhir adalah mencabut kabel power supply komputer atau monitor dari stop kontak salah satunya. Apabila sudah selesai menggunakan komputer, dan monitor sudah mati maka cabut juga kabel yang menghubungkan komputer atau monitor dengan stop kontak. Dengan demikian, tidak ada lagi aliran listrik yang akan masuk ke komputer. Selain untuk agar monitor tetap dalam keadaan bain juga untuk menghemat daya listik tentunya.
  7. Dengan cara menggunakan monitor demikian maka monitor akan dapat bekerja semaksimal mungkin.

6. Cara Merawat Monitor

Monitor sangat perlu mendapatkan perawatan yang baik. Adapun cara merawat monitor agar terhindar dari cepatnya kerusakan yang diakibat oleh kesalahan kita dan sebab yang belum kita ketahui adalah sebagai berikut.

  1. Perhatikan suhu dan kelembaban udara tempat meletakkan monitor. Umumnya monitor diletakkan pada suhu ruangan yang sejuk atau ruangan ber-AC dan tidak panas agar mengurangi panasnya yang dihasilkan oleh monitor itu sendiri. Selain itu tempat menaruh monitor hendaknya tempatnya bersih dan jauhkan monitor dari benda-benda elektronik untuk menghindari gangguan maknetik yang dapat merusak tampilan pada layar.
  2. Gunakan proteksi layar (screen protector) yang bisa diperoleh di toko-toko komputer untuk menghindari terjadinya goresan pada permukaan monitor dan terhindar dari debu.
  3. Di setiap monitor terdapat beberapa lubang udara, dan tidak dibenarkan menutupi lubang pembuangan udara tersebut agar mudahnya terjadi pertukaran udara panas (dari dalam monitor) dan udara segar (dari alam) untuk menjaga temperatur yang stabil pada monitor.
  4. Bersihkan lcd monitor, dan untuk membersihkannya disarankan menggunakan kain yang bersih dan halus juga cairan khusus pembersih lcd yang bisa diperoleh di toko-toko komputer.
  5. Apabila ingin memindahkan monitor ke tempat yang lain hendaknya membawa monitor tersebut dengan baik dan hati  hati agar tidak sampai jatuh yang dapat membuat monitor menjadi rusak.
  6. Tidak diperkenankan meletakan monitor pada tempat yang terkena sinar matahari langsung. Karena panas matahari akan dapat merusak monitor itu.
  7. Kemudian hal yang dilakukan pada saat mulai memakai komputer adalah menggunakan komputer secara bijak.

Perawatan sangat diperlukan untuk menjaga monitor agar tetap dalam keadaan baik. Dengan cara – cara perawatan diatas dilakukan dengan baik dan benar maka monitor pun akan bertahan lama dan tidak cepat rusak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: